Berita Seputar Kota Palu dan Sekitarnya
SEO BLOG & TEMPLATES
BeritaKotaPalu »
Parigi
»
Kejari Parimo Bidik Pengadaan Lahan Kuburan Fiktif Senilai Rp8 M
Kejari Parimo Bidik Pengadaan Lahan Kuburan Fiktif Senilai Rp8 M
Posted by BeritaKotaPalu on Tuesday, 2 August 2016 |
Parigi
PARIGI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong saat ini tengah membidik dugaan pengadaan lahan kuburan fiktif milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong pada 2015 lalu senilai Rp8 Miliar. Saat ini, pihak Kejari Parimo tengah melakukan pengumpulan data (Puladata).
Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Parigi, Reza Hidayat SH, pihaknya baru menerima laporan terkait dugaan pengadaan lahan kuburan fiktif milik Pemda melalui Bagian Tata Pemerintahan Umum (PUM) Sekretariat Daerat (Setda) tersebut.
Menanggapi laporan tersebut kata dia, pihaknya langsung melakukan pengumpulan Puldata.
Ia mengatakan, jika data yang diperlukan dalam dugaan kasus pengadaan lahan kuburan fiktif yang menggunakan angaran secara keseluruhan senilai Rp23 Miliar dengan pembebasan lahan sail tomini tersebut telah terpenuhi, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangannya.
“Sebenarnya, informasi terkait hal itu sudah lama kami dengar. Hanya saja, laporan mengenai dugaan pengadaan lahan kuburan fiktif itu baru kami terima pada pecan kemarin. Tetapi, kami langsung melakukan pengumpulan data. Jika semua data telah terpenuhi, kami akan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangannya,” ujar Reza Hidayat kepada KabarSelebes.com di ruang kerjanya, Selasa (2/8/2016).
Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Parigi, Reza Hidayat SH, pihaknya baru menerima laporan terkait dugaan pengadaan lahan kuburan fiktif milik Pemda melalui Bagian Tata Pemerintahan Umum (PUM) Sekretariat Daerat (Setda) tersebut.
Menanggapi laporan tersebut kata dia, pihaknya langsung melakukan pengumpulan Puldata.
Ia mengatakan, jika data yang diperlukan dalam dugaan kasus pengadaan lahan kuburan fiktif yang menggunakan angaran secara keseluruhan senilai Rp23 Miliar dengan pembebasan lahan sail tomini tersebut telah terpenuhi, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangannya.
“Sebenarnya, informasi terkait hal itu sudah lama kami dengar. Hanya saja, laporan mengenai dugaan pengadaan lahan kuburan fiktif itu baru kami terima pada pecan kemarin. Tetapi, kami langsung melakukan pengumpulan data. Jika semua data telah terpenuhi, kami akan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangannya,” ujar Reza Hidayat kepada KabarSelebes.com di ruang kerjanya, Selasa (2/8/2016).
sumber:nuansapos
Top 5 Popular of The Week
-
Palu - Farha Egypt Hakim tidak menyangka akan ditetapkan sebagai pembawa baki sangsaka Merah Putih dalam pasukan pengibar bendera pusak...
-
PALU - Tim Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Itwasum Mabes Polri melakukan pemeriksaan di Polres Palu, pada Selasa (26/07). Tim Wasr...
-
PARIGI MOUTONG – Akibat dihantam banjir, jalur transportasi utama yang menghubungkan Desa Tolai Timur Kecamatan Torue dan Desa Balinggi ...
-
PALU - Di tengah sistem pendaftaran dan pelunasan haji reguler yang dikabarkan menganut sistem transparansi dan berkeadilan, masih ada s...
-
PALU – Sekitar kurang 2 bulan kemarin, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Palu kehabisan blanko KTP. Sehingga warg...
-
Puluhan warga yang menamakan diri kelompok Aman dan Aliansi Agra bertemu dengan wakil rakyat berlangsung di ruan aspirasi kemarin PARI...
-
MORUT, – Komisi III DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) bertandang ke Ditjen Minerba Kementerian ESDM pada 20 Februari 2025. Kunjungan ini dike...
-
Palu - Sebanyak 158 kepala desa di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah mendapat bantuan kendaraan sepeda motor untuk menunjang kegiatan...
-
Sekda H Ekka Pontoh saat menyerahkan bantuan sembako kepada warga korban banjir di Kecamatan Parigi Selatan PARIGI - Pemerintah Kabup...
-
PALU - Keberanian walikota Palu, Drs.Hidayat,MSi dalam melakukan pembersihan di Pasar Induk Tradisional (PIT) Manonda-Palu, me...

No comments: