Berita Seputar Kota Palu dan Sekitarnya
SEO BLOG & TEMPLATES
BeritaKotaPalu »
»
Kolaborasi Seni Kaili-Bali Siap Dipentaskan Di Bali
Kolaborasi Seni Kaili-Bali Siap Dipentaskan Di Bali
Posted by BeritaKotaPalu on Sunday, 21 August 2016 |
Ubud, Bali - Seni pertunjukan kolaborasi etnis Kaili dan Bali sebagai bagian dari Festival Pesona Palu Nomoni (FPPN) siap digelar di Arma Museum Ubud, Bali, pada Kamis malam.
Para pemeran pertunjukkan yang diperkirakan akan menyedot perhatian wisatawan mancanegara itu telah menyelesaikan sesi latihan akhir pada Rabu (3/8) malam.
Latihan tersebut digelar langsung di lokasi pertunjukan di Arma Museum Ubud di bawah bimbingan teknis Jane Chaeen, seorang seniman multitalenta dari Bali on Stage.
"Kita mendesainnya hanya empat minggu, tetapi semuanya berjalan lancar, mengalir seperti biasa saja," katanya Rabu malam.
Sesi latihan itu juga disaksikan Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu.
Musisi yang mengubah haluan ke jalur politik ini juga akan ambil bagian dari rangkaian pertunjukan tersebut.
Pertunjukan yang berakar dari budaya Kaili (suku yang mendiami lembah Palu, Sulawesi Tengah) dan Bali tersebut merupakan pra Festival Pesona Palu Nomoni yang akan berlangsung di sepanjang Teluk Palu pada 24-26 September 2016.
Jane mengatakan dirinya menyambut positif kolaborasi tersebut untuk memperkenalkan budaya Kaili melalui pintu dan jendela Bali ke panggung dunia internasional.
Dia mengatakan seni pertunjukan tersebut merupakan perpaduan semangat ritual Kaili dan Bali yang diekspresikan dalam seni pertunjukan.
Seni pertunjukan yang didukung oleh sejumlah penari kontemporer tersebut syarat pesan moral yang digali dari etnis Kaili dan Bali.
Pertunjukan itu juga menyertakan seniman dan musisi senior seperti Riwin dan Ajat Lesmana.
Selain itu juga tampil penari kontemporer berkebangsaan Jepang Jasmin Okubo dan penari lagaligo serta seniman multitalenta Jane Chaeen.
Sementara pembawa acara akan dipandu oleh Gabe Gabriela alias Sri Rahayu, alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Jogyakarta. Gabe adalah perempuan asal Kanada yang sudah empat tahun menetap di Indonesia.
Selama di Indonesia dia mendalami seni budaya bangsa ini.
sumber: antara.com
Top 5 Popular of The Week
-
MOROWALI, – Dugaan intimidasi menimpa penduduk adab Toraja dari rumpun Pong Salamba buntut sengketa lahan dengan PT Vale Indonesia Tbk di ...
-
Tempat Wisata Di Sulawesi Tengah - Sulawesi tengah adalah salah satu provinsi di indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa dengan ibu...
-
PALU, KABAR SULTENG – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid bersama Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin mengikuti sosialisasi indikator ...
-
PALU - Tim Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Itwasum Mabes Polri melakukan pemeriksaan di Polres Palu, pada Selasa (26/07). Tim Wasr...
-
PARIGI MOUTONG – Akibat dihantam banjir, jalur transportasi utama yang menghubungkan Desa Tolai Timur Kecamatan Torue dan Desa Balinggi ...
-
PALU - Direktorat Jenderal Pajak melalui Kantor Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutenggo dan Malut) mensi...
-
Donggala - Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, telah mencatat sedikitnya lima prestasi nasional yang diberikan oleh pemerintah pusat ...
-
Palu - Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Sulawesi Tengah sedang menggali potensi perfilman di daerah yang selama ini nyaris tidak ...
-
Salah satu titik lokasi genangan air di Tolitoli, Kamis (4/8) (Antarasulteng/Amat Banjir) Tolitoli - Hujan lebat yang mengguyur wil...
-
Palu - Farha Egypt Hakim tidak menyangka akan ditetapkan sebagai pembawa baki sangsaka Merah Putih dalam pasukan pengibar bendera pusak...

No comments: