Berita Seputar Kota Palu dan Sekitarnya
SEO BLOG & TEMPLATES
BeritaKotaPalu »
Palu
»
Meski Plafon Kelas Ambruk, Siswa SMKN 8 Palu Tetap Belajar di Dekat Reruntuhan
Meski Plafon Kelas Ambruk, Siswa SMKN 8 Palu Tetap Belajar di Dekat Reruntuhan
Posted by BeritaKotaPalu on Thursday, 4 August 2016 |
Palu
PALU – Pasca ambruknya plafon salah satu ruangan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SKMN) 8 Palu pada Senin (1/8/2016) lalu aktifitas belajar mengajar di sekolah tersebut telah kembali normal Kamis (4/8/2016). Meski ruangan masih dalam keadaan rusak dan dalam tahap perbaikan, namun tak menghalangi proses belajar mengajar.
Sebelumnya, aktifitas berlajar mengajar terpaksa dilakukan di luar ruangan setelah atap ruangan kelas ini ambruk pada Senin lalu. Belajar mengajar baru kembali dilakukan didalam kelas setelah pihak sekolah membersihkan ruangan dari reruntuhan plafon.
Untuk proses perbaikan ruangan ini, Kepala Sekolah SMKN 8 Palu Padlillah mengakui, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu agar melihat langsung kondisi banguan kelas yang rusak.
“Semenjak kejadian itu, memang kami dari pihak sekolah sudah melakukan koordinasi agar pihak dinas bisa melihat langsung bangunan tersebut dan kami masih menunggu karena dinas terkait masih di luar kota. Sambil menunggu, siswa siswi kami tetap belajar di ruanga dan kami sudah melakukan perbaikan plafon,” jelas Padlillah.
Meski belajar mengajar berjalan normal, namun guru dan para siswa yang menggunakan ruangan ini mengaku tetap khawatir dan cemas terhadap kemungkinan ambruknya kembali flafon.
“Pastinya, kami juga tetap meningkatkan kewaspadaan saat memberikan pelajaran, sewaktu waktu bangunana bisa kembali runtuh, karena kita ketahui, semua banguanan disinikan konstruksinya sama,” ujar Nirwan, wakasek Humas SMKN 8 Palu.
Sementra salah satu sisswa SMKN 8 Palu Lusya mengaku tidak nyaman belajar dengan suasana plafon yang terbuka karena sinar matahari langsung menerpa mereka. Sehingga Ia berharap juga pihak terkait bisa dengan segera melihat kondisi sekolah dan perbaikan ruangan kelas yang rusak bisa diselesaikan.
“Kaget juga awalnya pas tahu kalau plafon runtuh, belajar dengan kondisi begini memang tidak nyaman, karena panas, semoga saja cepat selesai,” ungkap Lusya.
Seperti diberitakan sebelumnya, senin pagi plafon salah satu bangunan kelas SMKN 8 Palu ambruk. Diperkirakan ambruknya plafon diakibatkan karena lokasi ruangan terletak di tebing yang kontur tanahnya sangat rawan terjadi longsor.
Sebelumnya, aktifitas berlajar mengajar terpaksa dilakukan di luar ruangan setelah atap ruangan kelas ini ambruk pada Senin lalu. Belajar mengajar baru kembali dilakukan didalam kelas setelah pihak sekolah membersihkan ruangan dari reruntuhan plafon.
Untuk proses perbaikan ruangan ini, Kepala Sekolah SMKN 8 Palu Padlillah mengakui, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu agar melihat langsung kondisi banguan kelas yang rusak.
“Semenjak kejadian itu, memang kami dari pihak sekolah sudah melakukan koordinasi agar pihak dinas bisa melihat langsung bangunan tersebut dan kami masih menunggu karena dinas terkait masih di luar kota. Sambil menunggu, siswa siswi kami tetap belajar di ruanga dan kami sudah melakukan perbaikan plafon,” jelas Padlillah.
Meski belajar mengajar berjalan normal, namun guru dan para siswa yang menggunakan ruangan ini mengaku tetap khawatir dan cemas terhadap kemungkinan ambruknya kembali flafon.
“Pastinya, kami juga tetap meningkatkan kewaspadaan saat memberikan pelajaran, sewaktu waktu bangunana bisa kembali runtuh, karena kita ketahui, semua banguanan disinikan konstruksinya sama,” ujar Nirwan, wakasek Humas SMKN 8 Palu.
Sementra salah satu sisswa SMKN 8 Palu Lusya mengaku tidak nyaman belajar dengan suasana plafon yang terbuka karena sinar matahari langsung menerpa mereka. Sehingga Ia berharap juga pihak terkait bisa dengan segera melihat kondisi sekolah dan perbaikan ruangan kelas yang rusak bisa diselesaikan.
“Kaget juga awalnya pas tahu kalau plafon runtuh, belajar dengan kondisi begini memang tidak nyaman, karena panas, semoga saja cepat selesai,” ungkap Lusya.
Seperti diberitakan sebelumnya, senin pagi plafon salah satu bangunan kelas SMKN 8 Palu ambruk. Diperkirakan ambruknya plafon diakibatkan karena lokasi ruangan terletak di tebing yang kontur tanahnya sangat rawan terjadi longsor.
sumber: nuansapos
Top 5 Popular of The Week
-
Palu - Farha Egypt Hakim tidak menyangka akan ditetapkan sebagai pembawa baki sangsaka Merah Putih dalam pasukan pengibar bendera pusak...
-
PALU - Tim Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Itwasum Mabes Polri melakukan pemeriksaan di Polres Palu, pada Selasa (26/07). Tim Wasr...
-
PARIGI MOUTONG – Akibat dihantam banjir, jalur transportasi utama yang menghubungkan Desa Tolai Timur Kecamatan Torue dan Desa Balinggi ...
-
PALU - Di tengah sistem pendaftaran dan pelunasan haji reguler yang dikabarkan menganut sistem transparansi dan berkeadilan, masih ada s...
-
PALU – Sekitar kurang 2 bulan kemarin, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Palu kehabisan blanko KTP. Sehingga warg...
-
Puluhan warga yang menamakan diri kelompok Aman dan Aliansi Agra bertemu dengan wakil rakyat berlangsung di ruan aspirasi kemarin PARI...
-
MORUT, – Komisi III DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) bertandang ke Ditjen Minerba Kementerian ESDM pada 20 Februari 2025. Kunjungan ini dike...
-
Palu - Sebanyak 158 kepala desa di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah mendapat bantuan kendaraan sepeda motor untuk menunjang kegiatan...
-
Sekda H Ekka Pontoh saat menyerahkan bantuan sembako kepada warga korban banjir di Kecamatan Parigi Selatan PARIGI - Pemerintah Kabup...
-
PALU - Keberanian walikota Palu, Drs.Hidayat,MSi dalam melakukan pembersihan di Pasar Induk Tradisional (PIT) Manonda-Palu, me...


No comments: