Berita Seputar Kota Palu dan Sekitarnya
SEO BLOG & TEMPLATES
BeritaKotaPalu »
Palu
»
Pemkot Upayakan Penambahan Lahan Perpanjangan Runway Bandara
Pemkot Upayakan Penambahan Lahan Perpanjangan Runway Bandara
Posted by BeritaKotaPalu on Sunday, 31 July 2016 |
Palu
Palu - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, berupaya untuk membebaskan lahan untuk menambah pembangunan perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Mutiara Sis Aljufri.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Pemkot Palu, Arfan di Palu, Sabtu, menyatakan bahwa tahun depan Pemkot Palu akan menambah luasan lahan untuk runway 250 x 400 meter untuk perpanjangan runway.
"Untuk bandara, Pemkot Palu akan berupaya melakukan pembebasan lahan secara maksimal namun bertahap, hal itu bergantung pada ketersediaan anggaran yang ada," ucap Arfan.
Dia mengatakan pembebasan lahan untuk pembangunan runway tidak dapat dilakukan sekaligus, melainkan dilakukan secara bertahap oleh Pemkot Palu. Karena ketersediaan anggaran yang terbatas.
Namun demikian, sebut dia, tahun depan Pemkot Palu tidak hanya membebaskan lahan untuk perpanjangan landasan pacu, melainkan juga untuk pembangunan sarana sistem navigasi seluas 600 meter persegi.
"Nah ini tentu membutuhkan ketersediaan anggaran yang tidak sedikit, karena harga tanah di sekitaran bandara telah mencapai ratusan ribu bahkan mendekati jutaan per meter," urainya.
Terkait hal itu Kepala Sub Bagian Administrasi Pertanahan Pemkot Palu, Bing Efir Tobigo mengemukakan Pemkot Palu telah melakukan pembebasan lahan masyarakat seluas 2 hektare pada tahun 2015, untuk kepentingan pembangunan runway.
"Untuk tahun 2015, Pemkot Palu telah melakukan pebebasan 2 hektare lahan untuk perluasan runway bandara," katanya.
Efir menguraikan, dalam proses pembebasan lahan tersebut, Pemkot Palu menyediakan anggaran senilai Rp3,5 miliar, sebagai biaya pembayaran tanah masyarakat yang terletak di sebelah selatan bandara kelas I itu.
Namun, pembayaran tanah kepada masyarakat tidak dilakukan sekaligus, melainkan pembayaran dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesepakatan antara masyarakat dan Pemkot Palu.
Ia menyebutkan, kebutuhan pelebaran Bandara Mutiara Sis Aljufri yakni seluas 17.956 Ha, namun Pemkot Palu saat ini hanya mampu membebaskan lahan seluas 2.400 Ha atau sekitar 7,5 persen, dari kebutuhan bandara.
Sumber:antara.com
Top 5 Popular of The Week
-
MOROWALI, – Dugaan intimidasi menimpa penduduk adab Toraja dari rumpun Pong Salamba buntut sengketa lahan dengan PT Vale Indonesia Tbk di ...
-
PALU, KABAR SULTENG – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid bersama Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin mengikuti sosialisasi indikator ...
-
PALU - Tim Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Itwasum Mabes Polri melakukan pemeriksaan di Polres Palu, pada Selasa (26/07). Tim Wasr...
-
Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum AKBP P Hasibuan, di ruang Press Room Polda Sulteng saat melakukan rillis penangkapan para pelaku pencuria...
-
MORUT, – Perusahaan tambang CV Putri Perdana (PP) di Kabupaten Morowali Utara (Morut), terkesan mengabaikan perintah Inspektur Tambang terk...
-
Tempat Wisata Di Sulawesi Tengah - Sulawesi tengah adalah salah satu provinsi di indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa dengan ibu...
-
Muhammad Kurniawan, S.Ked ANEMIA pada ibu hamil merupakan salah satu dilema kesehatan yang signifikan di Indonesia. Berdasarkan data WHO (...
-
PALU - Direktorat Jenderal Pajak melalui Kantor Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutenggo dan Malut) mensi...
-
PALU, – Hannah Asa Indonesia menjadi fasilitator pada aktivitas Lokakarya Permodalan Usaha selama tiga hari di Kabupaten Banggai Kepulauan, ...
-
Penulis : Della Amalia, S. Ked (Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat Palu) DIABETES MELITUS ialah gangguan fungsi prankeas dengan me...

No comments: