Berita Seputar Kota Palu dan Sekitarnya
SEO BLOG & TEMPLATES
BeritaKotaPalu »
Palu
»
111 Kasus Kekerasan Perempuan Terjadi Di Palu
111 Kasus Kekerasan Perempuan Terjadi Di Palu
Posted by BeritaKotaPalu on Friday, 18 November 2016 |
Palu
Palu - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah mencatat selama periode Januari-Oktober 2016 terjadi 111 kasus kekerasan terhadap perempuan dengan berbagai macam latar belakang di daerah setempat.
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Palu, Irmayanti Pettalolo di Palu, Jumat mengatakan ke-111 kasus tersebut merupakan jumlah keseluruhan dari empat jenis kasus kekerasan terhadap perempuan.
Jumlah kasus tersebut merupakan keseluruhan dari empat jenis kasus terhadap perempuan yang dialami atau yang tercatat dan terlapor serta ditangani oleh pihak-pihak terkait sejak Januari-Oktober 2016.
Keempat jenis kasus tersebut yaitu Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 63 kasus, kekerasan seks atau asusila 24 kasus, penelantaran 11 kasus dan penganiayaan 13 kasus.
Sementara korban kekerasan yang mendapat layanan psikologi atas kekerasan terhadap perempuan berjumlah 25 orang, pelayanan bantuan hukum 111 orang.
Selanjutnya, urai dia, korban kekerasan yang mendapat layanan kesehatan 87 orang dan korban yang mendapat pendampingan 10 orang.
"Terlepas dari jumlah kasus tersebut kekerasan terhadap perempuan, juga ada korban-korban yang mendapat layanan khusus seperti layanan kesehatan, bantuan hukum, pendampingan dan psikologi, yang tidak tercatat dalam kasus kekerasan perempuan," jelasnya.
Dia mengatakan Pemkot Palu mengedepankan berbagai program paska pelayanan korban kekerasan yaitu dengan memberikan pemberdayaan khusus terhadap perempuan untuk mengasah keterampilan, untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan.
Karena, akui dia, salah satu faktor yang paling menonjol terjadinya kekerasan terhadap perempuan yaitu, faktor ekonomi terlepas dari faktor mental dan lainnya.
"Banyak program pemberdayaan yang kami siapkan untuk memberdayakan perempuan, terlepas dari pemberian layanan terhadap korban. Yaitu pemberdayaan untuk peningkatan keterampilan yang berdampak terhadap peningkatan ekonomi," jelasnya.
sumber: antara.com
Top 5 Popular of The Week
-
MOROWALI, – Dugaan intimidasi menimpa penduduk adab Toraja dari rumpun Pong Salamba buntut sengketa lahan dengan PT Vale Indonesia Tbk di ...
-
POSO – Kehadiran Kepala Dinas Perikanan, Kelautan Dan Kesehatan Hewan Pemda Poso Yusak Mentara dalam sebuah kunjungan kerja di Desa Toko...
-
PALU, KABAR SULTENG – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid bersama Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin mengikuti sosialisasi indikator ...
-
PALU - Tim Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Itwasum Mabes Polri melakukan pemeriksaan di Polres Palu, pada Selasa (26/07). Tim Wasr...
-
PALU, – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menganggap pengelolaan limbah materi berbahaya dan beracun (B3) ole...
-
PARIGI MOUTONG – Akibat dihantam banjir, jalur transportasi utama yang menghubungkan Desa Tolai Timur Kecamatan Torue dan Desa Balinggi ...
-
SANTOSO, alias Abu Wardah, pimpinan kelompok bersenjata Mujahidin Indonesia Timur di Poso Sulawesi Tengah, tewas dalam baku tembak denga...
-
Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum AKBP P Hasibuan, di ruang Press Room Polda Sulteng saat melakukan rillis penangkapan para pelaku pencuria...
-
BUOL - Tindakan Kepala Desa Lonu Kecamatan Bunobogu Kabupaten Buol, Parman, yang telah membangun Taman Desa Lonu yang terletak di area...
-
PALU – Dua dari empat utusan Sulawesi Tengah dalam seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2016 di Jakarta,...

No comments: