Sahril Alumni Untad Bagikan Tips Lolos Cpns Kemensetneg Dan Setkab

PALU, KABAR SULTENG – Sahril, alumni Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad), berhasil menembus seleksi nasional CPNS dan lolos di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) serta Sekretariat Kabinet (Setkab) Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet.


Alumni jurusan Sistem Informasi Untad ini sukses sehabis lolos melewati seleksi CPNS 2024 berkat perjuangan keras dan strategi mencar ilmu yang disiplin.


Seleksi CPNS dikenal sangat ketat dengan jumlah pendaftar yang besar. Sahril pun menerapkan tata cara belajar teratur dengan agenda yang ketat.


“Setiap Senin dan Rabu aku berguru Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Selasa dan Kamis fokus pada Tes Intelegensi Umum (TIU), sementara Jumat dan Sabtu saya berguru Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Setiap Minggu aku melakukan tryout untuk mengukur kemampuan saya,” ujar Sahril kepada kabarsulteng.id, Kamis (6/3/2025).


Baca juga: Cerita Sahril, Pria Asal Kota Palu Lolos CPNS di Kemensetneg dan Setkab Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet


Berdasarkan pengalaman pribadinya, Sahril membagikan tips dan trik proses sampai dia lolos CPNS dan tembus nasional.



Berikut bocoran dongeng tips ala Sahril:


1.⁠Pahami Materi Pokok Ujian


Di setiap tahapan ujian pasti ada hukum yang menjelaskan bahan pokok yang mesti dipelajari. Hal ini penting untuk dimengerti biar tidak salah berguru.


2.⁠ ⁠Fokus pada Apa yang Dikuasai


Jangan terlalu terbebani dengan semua materi sub tes. Jika yang dikuasai ialah serpihan, pelajari dulu penggalan lalu pelajari yang belum dikuasai, contohnya daypikir, jadi pelajari daypikir yang cukup benar biar memenuhi sasaran capaian.


3.⁠ ⁠Buat Semua Terukur


Mulai dari hal sederhana, seperti menciptakan daftar cek list tentang materi apa saja yang telah dipelajari dan mana yang masih kurang diketahui.


Niat pun perlu dibuat terukur, contohnya: “Kalau lulus CPNS, mau melaksanakan apa? Mau mencapai apa? Mau membahagiakan siapa?”



4.⁠ ⁠Usaha Sudah Dilakukan, Tinggal Doanya Dikuatkan


Kadang-kadang, kita suka malu ya, alasannya berdoa jikalau ada maunya saja. Tapi mau bagaimana lagi, kita hanyalah makhluk.


Terakhir, Sahril bercerita, semenjak ikut proses seleksi CPNS, beliau mulai mengubah doanya yang mulanya cuma sebatas “agar” diubah menjadi “mohon dikabulkan dan dipermudah.”


“Jangan lupa juga untuk pasrahin karenanya, sebab untuk lulus CPNS gak mesti punya nilai 400++. Waktu SKD, nilai saya hanya 339 dan nilai TIU aku pun mentok di PG,” tuturnya.


Menurut Sahril, kesuksesan dalam seleksi CPNS tidak senantiasa ditentukan oleh skor tinggi. Ia sendiri mendapatkan skor 339 ketika SKD, dengan nilai TIU yang cuma sedikit di atas passing grade.


“Lawan terbesar dalam seleksi CPNS adalah diri sendiri. Mampukah kita tetap konsisten dengan perjuangan yang telah dimulai? Jangan berpikir jalannya akan mudah, namun juga jangan merasa akan sesulit itu. Selama niat benar, perjuangan maksimal, dan doa dilangitkan, insyaAllah ada jalannya,” tutupnya.(Pintara)


 


Ikuti update berita mempesona yang lain di susukan WhatsApp Official kabarsulteng.id, klik di sini



No comments:

Write a Comment


Top