Berita Seputar Kota Palu dan Sekitarnya
SEO BLOG & TEMPLATES
BeritaKotaPalu »
Palu
»
Warga Palu Belum Sadar Jaga Kebersihan
Warga Palu Belum Sadar Jaga Kebersihan
Posted by BeritaKotaPalu on Thursday, 28 July 2016 |
Palu
PALU - Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Palu, Andi Sumardi secara tegas mengatakan, bahwa tumpukan sampah yang kerap ditemukan menggunung di bibir jalan Kota Palu, khususnya di Pusat Perbelanjaan Palu Plaza, Kecamatan Palu Barat, bukanlah kesalahan dari Petugas. Melainkan, akibat kurangnya kesadaran masyarakat mengenai kebersihan.
“Palu Plaza dan pasar-pasar lain kalau pagi bersih. Hanya saja masyarakat tidak ada aturan, masa tiap saat saya mau angkat sampah disana, kalau tidak percaya bersih coba liat jam-jam sembilan pagi tidak ada sampah. Karna mobil disana pagi, hanya habis diangkat sampah disana orang datang lagi buang sampah, padahal itu sudah ada edaran batas keluarnya sampah sebenarnya jam 6 pagi,” kata Sumardi. Persoalan sampah yang menumpuk, kata Sumardi bukan karena stafnya yang tidak melaksanakan tugas, namun karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga keindahan lingkungan.Akan tetapi pihaknya bernai menjamin tidak ada penumpukan sampah akibat keterlambatan pengangkutan sampah hingga 1 sampai 2 hari ini.
Menurutnya, DKP Kota Palu sudah pernah menyediakan sebuah kontener sampah terkhusus di sekitar wilayah Palu Plaza. Namun warga mengeluh akibat mempersempit jalan. Setelah ditarik kembali, warga sekitar membuang sampah ditepi jalan.
Namun untuk membuat agar Kota Palu bisa terbebas dari sampah sangat dibutuhkan kesadaran dari masyarakat agar membuang sampah di TPS yang disediakan oleh Dinas Kebersihan. “Intinya adalah kesadaran masyarakat terhadap lingkungan kota masih perlu didorong, untuk merobah perilaku masyarakat masih butuh waktu, kedepan saya berrencana jika perda adat sudah terbentuk, akan saya coba bekerja sama dengan dewan adat yang ada di kelurahan, untuk membantu mengawasi dan menindak masyarakat yang melanggar aturan buang sampah, tadi sudah saya usulkan di rapat RPJMD kota Palu,” tandasnya.
“Palu Plaza dan pasar-pasar lain kalau pagi bersih. Hanya saja masyarakat tidak ada aturan, masa tiap saat saya mau angkat sampah disana, kalau tidak percaya bersih coba liat jam-jam sembilan pagi tidak ada sampah. Karna mobil disana pagi, hanya habis diangkat sampah disana orang datang lagi buang sampah, padahal itu sudah ada edaran batas keluarnya sampah sebenarnya jam 6 pagi,” kata Sumardi. Persoalan sampah yang menumpuk, kata Sumardi bukan karena stafnya yang tidak melaksanakan tugas, namun karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga keindahan lingkungan.Akan tetapi pihaknya bernai menjamin tidak ada penumpukan sampah akibat keterlambatan pengangkutan sampah hingga 1 sampai 2 hari ini.
Menurutnya, DKP Kota Palu sudah pernah menyediakan sebuah kontener sampah terkhusus di sekitar wilayah Palu Plaza. Namun warga mengeluh akibat mempersempit jalan. Setelah ditarik kembali, warga sekitar membuang sampah ditepi jalan.
Namun untuk membuat agar Kota Palu bisa terbebas dari sampah sangat dibutuhkan kesadaran dari masyarakat agar membuang sampah di TPS yang disediakan oleh Dinas Kebersihan. “Intinya adalah kesadaran masyarakat terhadap lingkungan kota masih perlu didorong, untuk merobah perilaku masyarakat masih butuh waktu, kedepan saya berrencana jika perda adat sudah terbentuk, akan saya coba bekerja sama dengan dewan adat yang ada di kelurahan, untuk membantu mengawasi dan menindak masyarakat yang melanggar aturan buang sampah, tadi sudah saya usulkan di rapat RPJMD kota Palu,” tandasnya.
Top 5 Popular of The Week
-
MOROWALI, – Dugaan intimidasi menimpa penduduk adab Toraja dari rumpun Pong Salamba buntut sengketa lahan dengan PT Vale Indonesia Tbk di ...
-
POSO – Kehadiran Kepala Dinas Perikanan, Kelautan Dan Kesehatan Hewan Pemda Poso Yusak Mentara dalam sebuah kunjungan kerja di Desa Toko...
-
PALU, KABAR SULTENG – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid bersama Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin mengikuti sosialisasi indikator ...
-
PALU - Tim Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Itwasum Mabes Polri melakukan pemeriksaan di Polres Palu, pada Selasa (26/07). Tim Wasr...
-
PALU, – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menganggap pengelolaan limbah materi berbahaya dan beracun (B3) ole...
-
PARIGI MOUTONG – Akibat dihantam banjir, jalur transportasi utama yang menghubungkan Desa Tolai Timur Kecamatan Torue dan Desa Balinggi ...
-
SANTOSO, alias Abu Wardah, pimpinan kelompok bersenjata Mujahidin Indonesia Timur di Poso Sulawesi Tengah, tewas dalam baku tembak denga...
-
Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum AKBP P Hasibuan, di ruang Press Room Polda Sulteng saat melakukan rillis penangkapan para pelaku pencuria...
-
BUOL - Tindakan Kepala Desa Lonu Kecamatan Bunobogu Kabupaten Buol, Parman, yang telah membangun Taman Desa Lonu yang terletak di area...
-
PALU – Dua dari empat utusan Sulawesi Tengah dalam seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2016 di Jakarta,...


No comments: