Berita Seputar Kota Palu dan Sekitarnya
SEO BLOG & TEMPLATES
BeritaKotaPalu »
Palu
»
Panitia OPAK di IAIN Palu Jamin Tidak Ada Kekerasan
Panitia OPAK di IAIN Palu Jamin Tidak Ada Kekerasan
Posted by BeritaKotaPalu on Wednesday, 3 August 2016 |
Palu
![]() |
| Ilustrasi |
PALU - Sekitar 1.000 mahasiswa baru IAIN Palu akan mengikuti Orientasi Pengenalan Akademik (Opak) yang dijadwalkan pada 5 – 7 September mendatang.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Palu, Dr. H. Muhtadin Dg Mustafa menyatakan, Opak tersebut adalah kelanjutan dari pra-opak yang akan dilaksanakan sebelumnya yakni 2 – 3 September.
“Sebelum masuk pada Opak, mahasiswa baru atau peserta opak melalui tahapan pra-opak kemudian Opak, yang muatannya meliputi penanaman nilai – nilai religuus, akademis dan administrasi,” ungkap Muhtadin.
Pakar Filsafat Hukum Islam itu menekankan semua mahasiswa baru ataupun mahasiswa lama yang belum sempat mengikuti Opak, wajib untuk mengikutinya sebagai proses akademik dilingkungan kampus tersebut.
Karena Opak merupakan salah satu instrumen bagian dari pendidikan yang turut serta menjadi syarat terhadap mahasiswa untuk mengikuti proses – proses akademik selanjutnya, seperti PPL dan KKN.
Pelaksanaan opak itu sendiri akan lebih diarahkan pada penanaman nilai – nilai akademik, budaya kehidupan kampus, adminsitasi, dan penyelenggaraan akademik.
Muatan tersebut merupakan turunan dari tema yang diusung oleh panitia yaitu religius, akademis dan berbudaya, yang dalam pelaksanaan opak melibatkan mahasiswa sekitar 60 persen dari total panitia 100 persen.
Ia juga menegaskan, Opak di perguruan tinggi Islam terbesar di Sulteng itu bebas dari segala bentuk kekerasan. “Pelaksanaan orientasi akademik tidak ada praktik kekerasan dalam bentuk apapun terhadap mahasiswa baru atau mahasiswa lama yang mengikuti opak,” tegas Muhtadi, Rabu (3/8/2016).
Muhtadi menyatakan pihaknya akan memberikan sanksi keras serta pemecatan kepada panitia yang tidak taat kepada aturan yang antara lain tidak diperkenankan melakukan praktek – praktek kekerasan terhadap peserta opak.
Selain itu, pelaksanaan opak harus bersih dari atribut-atribut yang sifatnya tidak akademis atau yang tidak merepresentasikan nilai – nilai akademik didalam lingkungan kampus.
Sementara itu Rektor IAIN Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, menekankan kepada panitia agar menyelenggarakan Opak sebaik mungkin, tanpa ada hal-hal negatif seperti kekerasan yang dapat merusak citra perguruan tinggi Islam terbesar di Sulawesi Tengah. “Saya harap jangan ada mahasiswa baru yang diperlakukan tidak senonoh atau tidak manusiawi. Mahasiswa baru harus dilayani dengan baik lewat opak, yaitu dengan memberikan informasi yang sifatnya mendidik kepada mahasiswa tentang perguruan tinggi Islam. Dan saya sangat setuju tidak ada praktik kekerasan terhadap mahasiswa baru yang mengikuti opak di IAIN Palu. Karena hal terpenting adalah memberikan pendidikan yang dapat menambah informasi tentang IAIN Palu kepada mahasiswa tersebut,” ujar Zainal.
Dirinya berharap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dapat melakukan kontrol dan perannya yang baik dan maksimal, untuk mencegah agar tidak terjadi kekerasan fisik maupun kekerasan dalam bentuk lain.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Palu, Dr. H. Muhtadin Dg Mustafa menyatakan, Opak tersebut adalah kelanjutan dari pra-opak yang akan dilaksanakan sebelumnya yakni 2 – 3 September.
“Sebelum masuk pada Opak, mahasiswa baru atau peserta opak melalui tahapan pra-opak kemudian Opak, yang muatannya meliputi penanaman nilai – nilai religuus, akademis dan administrasi,” ungkap Muhtadin.
Pakar Filsafat Hukum Islam itu menekankan semua mahasiswa baru ataupun mahasiswa lama yang belum sempat mengikuti Opak, wajib untuk mengikutinya sebagai proses akademik dilingkungan kampus tersebut.
Karena Opak merupakan salah satu instrumen bagian dari pendidikan yang turut serta menjadi syarat terhadap mahasiswa untuk mengikuti proses – proses akademik selanjutnya, seperti PPL dan KKN.
Pelaksanaan opak itu sendiri akan lebih diarahkan pada penanaman nilai – nilai akademik, budaya kehidupan kampus, adminsitasi, dan penyelenggaraan akademik.
Muatan tersebut merupakan turunan dari tema yang diusung oleh panitia yaitu religius, akademis dan berbudaya, yang dalam pelaksanaan opak melibatkan mahasiswa sekitar 60 persen dari total panitia 100 persen.
Ia juga menegaskan, Opak di perguruan tinggi Islam terbesar di Sulteng itu bebas dari segala bentuk kekerasan. “Pelaksanaan orientasi akademik tidak ada praktik kekerasan dalam bentuk apapun terhadap mahasiswa baru atau mahasiswa lama yang mengikuti opak,” tegas Muhtadi, Rabu (3/8/2016).
Muhtadi menyatakan pihaknya akan memberikan sanksi keras serta pemecatan kepada panitia yang tidak taat kepada aturan yang antara lain tidak diperkenankan melakukan praktek – praktek kekerasan terhadap peserta opak.
Selain itu, pelaksanaan opak harus bersih dari atribut-atribut yang sifatnya tidak akademis atau yang tidak merepresentasikan nilai – nilai akademik didalam lingkungan kampus.
Sementara itu Rektor IAIN Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, menekankan kepada panitia agar menyelenggarakan Opak sebaik mungkin, tanpa ada hal-hal negatif seperti kekerasan yang dapat merusak citra perguruan tinggi Islam terbesar di Sulawesi Tengah. “Saya harap jangan ada mahasiswa baru yang diperlakukan tidak senonoh atau tidak manusiawi. Mahasiswa baru harus dilayani dengan baik lewat opak, yaitu dengan memberikan informasi yang sifatnya mendidik kepada mahasiswa tentang perguruan tinggi Islam. Dan saya sangat setuju tidak ada praktik kekerasan terhadap mahasiswa baru yang mengikuti opak di IAIN Palu. Karena hal terpenting adalah memberikan pendidikan yang dapat menambah informasi tentang IAIN Palu kepada mahasiswa tersebut,” ujar Zainal.
Dirinya berharap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dapat melakukan kontrol dan perannya yang baik dan maksimal, untuk mencegah agar tidak terjadi kekerasan fisik maupun kekerasan dalam bentuk lain.
sumber: nuansapos
Top 5 Popular of The Week
-
MOROWALI, – Dugaan intimidasi menimpa penduduk adab Toraja dari rumpun Pong Salamba buntut sengketa lahan dengan PT Vale Indonesia Tbk di ...
-
POSO – Kehadiran Kepala Dinas Perikanan, Kelautan Dan Kesehatan Hewan Pemda Poso Yusak Mentara dalam sebuah kunjungan kerja di Desa Toko...
-
PALU, KABAR SULTENG – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid bersama Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin mengikuti sosialisasi indikator ...
-
PALU - Tim Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Itwasum Mabes Polri melakukan pemeriksaan di Polres Palu, pada Selasa (26/07). Tim Wasr...
-
PALU, – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menganggap pengelolaan limbah materi berbahaya dan beracun (B3) ole...
-
PARIGI MOUTONG – Akibat dihantam banjir, jalur transportasi utama yang menghubungkan Desa Tolai Timur Kecamatan Torue dan Desa Balinggi ...
-
SANTOSO, alias Abu Wardah, pimpinan kelompok bersenjata Mujahidin Indonesia Timur di Poso Sulawesi Tengah, tewas dalam baku tembak denga...
-
Kasubdit Jatanras Dit Reskrimum AKBP P Hasibuan, di ruang Press Room Polda Sulteng saat melakukan rillis penangkapan para pelaku pencuria...
-
BUOL - Tindakan Kepala Desa Lonu Kecamatan Bunobogu Kabupaten Buol, Parman, yang telah membangun Taman Desa Lonu yang terletak di area...
-
PALU – Dua dari empat utusan Sulawesi Tengah dalam seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2016 di Jakarta,...


No comments: